Terima Kasih telah berkunjung di halamanWWW.ASMURUF.CO.VU, Dan Halaman ini berisi tentang : Cerpen Kisah hidup,budaya,Puisi dan gambar Alam Papua.

You Are Reading

0

Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya

ASMURUF IS THE BEST Selasa, 06 September 2011

Amzal 19:1 dan 20:7
19:1. Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal. 20:7. Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya.

alamat http://www.asmuruf.co.vu/ menjelaskan arti integritas sebagai teguh pada suatu kode moral atau nilai tertentu, kondisi tak tercemar, kualitas atau kondisi yang lengkap atau tak terpecah-pecah. Integritas memiliki kesamaan dengan honesty, perilaku yang lurus dan jujur, sincerity, karakter yang selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran, menolak untuk berbohong, mencuri, atau menipu dalam segala cara. Integritas dan honesty menunjukkan suatu perilaku yang sadar dan aktif mempertahankan standar moral, atau nilai-nilai etika yang tidak tercermar.

Perilaku yang memiliki integritas tercermin dari kualitas sikap yang baik, karakter yang bersih yang semuanya bersumber pada suatu sistem nilai internal diri yang konsisten dan tak tergoyahkan oleh situasi atau godaan. Seseorang yang memiliki integritas terlihat dari semua tidankan yang ia lakukan memiliki kesamaan nilai-nilai inti tertentu.

Tidak mudah menemukan orang yang memiliki integritas tinggi saat ini. Perilaku tak terhormat, tak bermoral, sepertinya memiliki kecenderungan yang lebih dominan dari tuntutan kearah perilaku yang menjunjung tinggi kehormatan dan moralitas. Dibawah tantangan, dibawah tuntutan prestasi, dalam situasi dimana prinsip, moral, etika, tak lagi dijunjung tinggi, terdapat gejala untuk hidup tanpa memiliki kehormatan lagi. Kita digoda untuk hidup apa adanya, membiarkan perilaku-perilaku tak bermoral berlangsung setiap hari sehingga menjadi kebiasaan yang kemudian dianggap bukan lagi sesuatu yang ditabukan.

Selain itu, orang sering membenarkan perbuatan-perbuatannya yang tidak terhormat dibelakang posisi, kekayaan, dan kekuasaannya.
Sebagai orang kristen, kita perlu bertanya kepada diri kita, apakah kita memiliki integritas moral dalam diri kita? Prinsip-prinsip apa yang kita miliki dalam diri kita? Apakah prinsip-prinsip moral masih tersisa dalam diri kita atau makin terkikis, makin berubah sesuai dengan keinginan dan situasi yang menyenangkan dan memuaskan diri kita sendiri.

Kita perlu bertanya, apakah setiap tindakan kita, setiap pilihan kita yang kita buat, hanya menguntungkan kita, menguntungkan kelompok kita saja , atau menguntungkan orang lain di luar diri kita atau kelompok kita juga?
Dalam Filipi 4:8 Paulus menasehatkan kita untuk selalu memikirkan semua hal yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Paulus menasehatkan kita untuk selalu menjunjung tinggi prinsip-prinsip atau nilai-nilai yang memiliki ciri-ciri benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan dan patut dipuji. Paulus meminta kita untuk mengarahkan hati dan pikiran kita sepenuhnya kepada hal-hal yang memiliki ciri-ciri seperti itu, dan menghindari hal-hal yang memiliki ciri-ciri diluar tersebut.

Paulus meminta agar ketika kita betobat, kita adalah manusia yang baru yang memiliki integritas, karakter baru, karakter yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang bersumber pada pribadi Yesus sehingga melalui kehidupan kita yang bermoral itu kita menjunjung tinggi nama Yesus yang telah menebus kita.
Tanpa suatu nilai moral baru, kehidupan kita tak berbeda dengan kehidupan kita yang lama. Kalau kita telah bertobat tetapi perilaku hidup kita tak memiliki perubahan sesuai dengan prinsip-prinsip moral seperti yang dituntut oleh Yesus, maka kita hanya menipu diri kita sendiri. Hidup kita adalah hidup yang pura-pura. Tuhan menolong kita.

0 komentar:

Posting Komentar

KAWAN KO TITIP PASAN DI SINI

ShoutMix chat widget
Diberdayakan oleh Blogger.